tugas filsafat(sumber ilmu pengetahuan sosial)

Tugas Filsafat Ilmu Individu
‘Sumber Ilmu Pengetahuan Sosial’

Disusun oleh:
Nama: Julian Eka Riyanti
NIM: 1110018200010
Jurusan: Manajemen Pendidikan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Tahun Ajaran 2010-2011

A. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial

Sebelum saya mulai membahas tentang sumber Ilmu Pengetahuan Sosial terlebih dahulu saya akan membahas apa itu Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan. Berikut beberapa pengertian tentang pengetahuan.
Pengetahuan:
 Pengetahuan merupakan segala hal yang kita tahu
 Merupakan hasil tahu manusia
 Hasil tahu itu nerupakan hasil dari setiap proses mengetahui segala sesuatu.
Dan hasil pengetahuan manusia akan menjadi Ilmu Pengetahuan dengan syarat:
 Sistematis
 Rasional
 Obyek khas dari obyek formal
 Metode khas untuk satu bidang
 Sistem analisisnya jelas dan khas

Ilmu pengetahuan hanya mencoba menerangkan gejala-gejala secara ilmiah. Tujuannya bukan mencapai hakikat yang paling dasar dari semesta melainkan hanya mencoba menjelaskan gejala-gejala secara relasional.

Ilmu berdasarkan pemikiran filsafat
Ilmu digolongkan nemjadi 2 golongan yaitu ilmu pengetahuan real dan ilmu pengetahuan formal. Yang termasuk ilmu pengetahuan real adalah ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial sedangkan ilmu pengetahuan formal adalah matematika dan logika.

Ilmu pengetahuan real menjadi objek tertentu yang diperoleh dari pengalaman masing-masing kelompok mengadakan penelitian sehingga hasilnya adalah reduksi (atau ringkasan secara rasional dan sistematis) atas obyek. Ciri-ciri ilmu pengetahuan real adalah bersifat empiris, tematis terbatas dan secara metodik adalah abstrak.
Sifat empiris itu adalah bahwa obyek yang dibahas adalah kenyataan yang diobservasi dapat diteliti melalui indera dan rasio mengolah data empiris itu tidak melampaui obyek yang diteliti.
Terbentuknya ilmu pengetahuan real dimulai dari observasi fakta atau kenyataan obyektif (kenyataan apa adanya). Fakta itu dapat merupakan benda secara fisik, peristiwa dan gejala. Hasil observasi fakta merupakan pengalaman, pengalaman diklasifikasikanm dibeda-bedakan, digolong-golongkan, dicari gubungannya satu sama lain kemudian digeneralisasi menjadi suatu teori, teori diaplikasikan dalam kenyataan obyektif atau kehidupan riil, disusun secara sistematis, bisa diperbandingkan dengan yang lain, kemudian dinyatakan sebagai ilmu.
Ilmu formal mempelajari stuktur-struktur tertentu tidak berdasarkan pengalaman inderawi, tetapi berdasarkan kemampuan kerja otak.
Pemikiran sosial secara keseluruhan bertumpu pada saling hubungan unsur-unsur sosial yang menghasilkan hukum kontradksi sebagai dasar perubahan dan perkembangan sosial itu sendiri. Pemikiran sosial secara parsial bertumpu pada sebab-akibat yang menghasilkan teori dan ilmu social.
Antara filsafat dan pendidikan terdapat hubungan horizontal, meluas ke samping, yaitu hubungan antar cabang disiplin ilmu yang satu dengan cabang yang lain yang berbeda-beda, sehingga merupakan synthesa yang merupakan terapan ilmu pada bidang kehidupan, yaitu ilmu filsafat pada penyesuaian problema-problema pendidikan dan pengajaran.

Dan berikut saya akan mengemukakan tentang pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial serta beberapa definisi dari para ahli.
Rumusan tentang pengertian IPS telah banyak dikemukakan oleh para ahli IPS atau social studies. Di sekolah-sekolah Amerika pengajaran IPS dikenal dengan social studies. Jadi, istilah IPS merupakan terjemahan social studies. Dengan demikian IPS dapat diartikan dengan “penelaahan atau kajian tentang masyarakat”. Dalam mengkaji masyarakat, guru dapat melakukan kajian dari berbagai perspektif sosial, seperti kajian melalui pengajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, politik-pemerintahan, dan aspek psikologi sosial yang disederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas tentang IPS, maka penting untuk dikemukakan beberapa pengertian social studies dan IPS menurut para ahli.
• Edgar B Wesley menyatakan bahwa social studies are the social sciences simplified for paedagogieal purposes in school. The social studies consist of geografy history, economic, sociology, civics and various combination of these subjects.

• John Jarolimek mengemukakan bahwa The social studies as a part of
elementary school curriculum draw subject-matter content from the social science, history, sociology, political science, social psychology, philosophy, antropology, and economic. The social studies have been defined as “ those portion of the social science… selected for instructional purposes”. Demikian beberapa pengertian yang dikembangkan di Amerika Serikat oleh beberapa tokoh pendidikan terkenal. Pengembangan IPS di Indonesia banyak mengambil ide-ide dasar dari pendapat-pendapat yang dikembangkan di Amerika Serikat tersebut. Tujuan, materi, dan penanganannya dikembangkan sendiri sesuai dengan tujuan nasional dan aspirasi masyarakat Indonesia. Hal ini didasarkan pada realitas, gejala, dan problem sosial yang menjadi kajian IPS yang tidak sama dengan negara-negara lain. Setiap negara memiliki perkembangan dan model pengembangan social studies yang berbeda.

Berikut pengertian IPS yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan dan IPS di Indonesia.
• Moeljono Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geokrafi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.

• Nu’man Soemantri menyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA. Penyederhanaan mengandung arti:
1. menurunkan tingkat kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas menjadi pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah dasar dan lanjutan.
2. mempertautkan dan memadukan bahan aneka cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi pelajaran yang mudah dicerna.

• S. Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.

• Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan bidang studi
yang menghormati, mempelajari, mengolah, dan membahas hal-hal yang dengan masalah-masalah human relationship hingga benarbenar dapat dipahami dan diperoleh pemecahannya. Penyajiannya harus merupakan bentuk yang terpadu dari berbagai ilmu sosial yang telah terpilih, kemudian disederhanakan sesuai dengan kepentingan sekolahsekolah.
Dengan demikian, IPS bukan ilmu sosial dan pembelajaran IPS yang dilaksanakan baik pada pendidikan dasar maupun pada pendidikan tinggi tidak menekankan pada aspek teoritis keilmuannya, tetapi aspek praktis dalam mempelajari, menelaah, mengkaji gejala, dan masalah sosial masyarakat, yang bobot dan keluasannya disesuaikan dengan jenjang pendidikan masingmasing. Kajian tentang masyarakat dalam IPS dapat dilakukan dalam lingkungan yang terbatas, yaitu lingkungan sekitar sekolah atau siswa dan siswi atau dalam lingkungan yang luas, yaitu lingkungan negara lain, baik yang ada di masa sekarang maupun di masa lampau. Dengan demikian siswa dan siswi yang mempelajari IPS dapat menghayati masa sekarang dengan dibekali pengetahuan tentang masa lampau umat manusia.
Dengan bertolak dari uraian di depan, kegiatan belajar mengajar IPS membahas manusia dengan lingkungannya dari berbagai sudut ilmu sosial pada masa lampau, sekarang, dan masa mendatang, baik pada lingkungan yang dekat maupun lingkungan yang jauh dari siswa dan siswi. Oleh karena itu, guru IPS harus sungguh-sungguh memahami apa dan bagaimana bidang studi IPS itu.

B. Ruang Lingkup Kajian Ilmu Pengetahuan Sosial
Sebelumnya saya juga akan membahas tentang ruang lingkup kajian Ilmu Pengetahuan Sosial. Secara mendasar, pembelajaran IPS berkenaan dengan kehidupan manusia yang melibatkan segala tingkah laku dan kebutuhannya. IPS berkenaan dengan cara manusia memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan untuk memenuhi materi, budaya, dan kejiwaannya; memamfaatkan sumber-daya yang ada dipermukaan bumi; mengatur kesejahteraan dan pemerintahannya maupun kebutuhan lainnya dalam rangka mempertahankan kehidupan masyarakat manusia. Singkatnya, IPS mempelajari, menelaah, dan mengkaji sistem kehidupan manusia di permukaan bumi ini dalam konteks sosialnya atau manusia sebagai anggota masyarakat.
Dengan pertimbangn bahwa manusia dalam konteks sosial demikian luas, pengajaran IPS pada jenjang pendidikan harus dibatasi sesuai dengan kemampuan peserta didik tiap jenjang, sehingga ruang lingkup pengajaran IPS pada jenjang pendidikan dasar berbeda dengan jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Pada jenjang pendidikan dasar, ruang lingkup pengajaran IPS dibatasi sampai pada gejala dan masalah sosial yang dapat dijangkau pada geografi dan sejarah.Terutama gejala dan masalah sosial kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar peserta didik MI/SD.
Pada jenjang pendidikan menengah, ruang lingkup kajian diperluas. Begitu juga pada jenjang pendidikan tinggi: bobot dan keluasan materi dan kajian semakin dipertajam dengan berbagai pendekatan. Pendekatan interdisipliner atau multidisipliner dan pendekatan sistem menjadi pilihan yang tepat untuk diterapkan karena IPS pada jenjang pendidikan tinggi menjadi sarana melatih daya pikir dan daya nalar mahasiswa secara berkesinambungan.
Sebagaimana telah dikemukakan di depan, bahwa yang dipelajari IPS adalah manusia sebagai anggota masyarakat dalam konteks sosialnya, ruang lingkup kajian IPS meliputi
a) substansi materi ilmu-ilmu sosial yang bersentuhan dengan masyarakat dan
b) gejala, masalah, dan peristiwa sosial tentang kehidupan masyarakat.

Kedua lingkup pengajaran IPS ini harus diajarkan secara terpadu karena pengajaran IPS tidak hanya menyajikan materi-materi yang akan memenuhi ingatan peserta didik tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan sendiri sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Oleh karena itu, pengajaran IPS harus menggali materi-materi yang bersumber
pada masyarakat. Dengan kata lain, pengajaran IPS yang melupakan masyarakat atau yang tidak berpijak pada kenyataan di dalam masyarakat tidak akan mencapai tujuannya.

C. Sumber Ilmu Pengetahuan Sosial
Sebelumnya saya akan menjelaskan dari mana Pengetahuan berasal, pengetahuan berasal dari:
 Manusia
 Alam Semesta
 Tumbuhan dan Binatang
 Wahyu

Berikut sumber atau asal-usul Pengetahuan:
• Manusia
• Alam Semesta
• Tumbuhan dan Binatang
• Hasil Tahu itu merupakan hasil dari setiap proses mengetahui tentang segala hal.

Sumber Ilmu Pengetahuan Sosial
Lebih lanjut lagi Ilmu sosial sebagai suatu bidang studi, tidak akan kehabisan materi yang akan dibahasnya. Peristiwa dan gejala kehidupan masa dan masa kini, merupakan bahan yang dapat di kaji ilmu sosial. Dengan demikian, sunber sejarah, perubahan kehidupan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan persebaran ide-ide di masyarakat menjadi bahan yang dapat dikaji ilmu sosial. Sumber ilmu pengetahuan sosial berasal dari hubungan atau interaksi antara manusia yang kemudian dikaji atau dikembangkan oleh para ilmuan menjadi ilmu pengetahuan sosial. Pada hakekatnya perkembangan hidup manusia mulai saat lahir sampai menjadi dewasa tak dapat terlepas dari masyarakat. Oleh karena itu pengetahuan sosial dapat dikatakan tak asing bagi tiap orang . Hubungan indivdu tak hannya terbatas hanya dalam keluarga tapi juga meliputi teman sejawat, warga kampung dsb. Hubungan sosial yang dialami makin meluas. Dari pengalaman dan pengenalanan dan hubungan sosial tersebut dalam diri seseorang akan tumbuh pengetahuan.
Pengetahuan yang melekat pada diri seseorang termasuk pada diri orang lain dapat terangkum dalam “pengetahuan sosial”. Segala peristiwa yang dialami dalam kehidupan manusia telah membentuk pengetahuan sosial dalam diri kita masing-masing.

D. Dislipin Ilmu Dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
Dan saya juga akan membahas tentang kerangka berfikir Ilmu Pengetahuan Sosial yang melahirkan beberapa dislipin ilmu pengetahuan dan pastilah dislipin-disiplin ilmu dibawah ini juga mempunyai sumber atau asal-usul yang membuatnya menjadi ilmu pengetahuan.

Ø SEJARAH
1. Pengertian Sejarah
Menurut bahasa berasal dari bahasa Arab “syajaratun” yang berarti “pohon”. Dalam bahasa Inggris “ History” berarti “masa lampau umat manusia”. Sedangkan menurut istilah, sejarah adalah sebuah ilmu yang mempelajari kejadian pada masa lampau kehidupan manusia.
2. Sumber Pengetahuan Sejarah
Beberapa pendapat dari ahli
• R. Moh Ali
Sumber sejarah adalah segala sesuatu yang berwujud dan tidak berwujud serta berguna bagi penelitian sejarah Indonesia sejak zaman Purba sampai sekarang.
• Zidi Gozalba
Sumber sejarah adalah warisan yang berbentuk lisan, tertulis, dan visual.
• Muh yamin
sumber sejarah adalah kumpulan benda kebudayaan untuk membuktikan sejarah.
Dapat disimpulkan bahwa sumber sejarah adalah segala warisan kebudayaan yang berbentuk lisan, tertulis, visual serta daapat digunakan untuk mencari kebenaaran, baik yang terdapat di Indonesia maupun di luar wilayah Indonesia sejak zaman Prasejarah sampai sekarang. Sumber sejarah terbagi menjadi 3 yaitu:
a.Sumber tertulis
sumber tertulis adalah segala keterangan dalam bentuk laporan tertulis yang memuat fakta-fakta sejarah secara jelas. sumber uini dapat ditemukan pada batu, kayu, kertas, dinding gua.

b.Sumber lisan
sumber lisan adalah segala keterangan yang dituturkan oleh pelaku atau saksi peristiwa yangterjadi di masa lalu. sumber ini merupakan sumber pertama yang digunakan manusia dalam mewariskan suatu peristiwa sejarah namun kadar kebenaran nya sangat terbatas karena terntung pada kesan, ingatan, dan tafsiran si pencerita.
c.Sumber benda
Sumber benda adalah segala keterangan yang dapat diperoleh dari benda-benda peninggalan budaya atau lazim dinamakan benda-benda purbakala atau kuno. sumber ini dapat ditemukan pada benda-benda yang terbuat dari batu, logam, kayu, tanah.
Sumber sejarah dapat juga dibedakan menjadi:
a.Sumber Primer
sumber primer adalah kesaksian dari seorang saksi yang melihat peristiwa bersejarah dengan mata kepala sendiri atau saksi denganmenggunakan panca indera lain atau dengan alat mekanis yang hadir pada peristiwa itu (saksi pandangan mata, misalnya kamera, mesin ketik, alat tulis, kertas. sumber primer haruslah sezaman dengan peristiwa yang dikisahkan.
b.Sumber Sekunder
sumber sekunder adalah kesaksian dari siapa pun yangbukan merupakan saksi pandangan mata, yaitu seseorang yang tidak hadir pada peristiwa yang dikisahkan . misalnya hasil liputan koran dapat menjadi sumber sekunder karena koran tidak hadir langsung pada suatu peristiwa. peliputnya (wartawan) yang hadir pada peristiwa itu terjadi.
3. Tujuan Sejarah
• Sejarah sebagai pengetahuan, yaitu sebagai pemahaman yang tepat terhadap pelajaran sejarah itu sendiri.
• Sejarah sebagai informasi, yakni sejarah dapat juga menjadi hiburan melalui kisah-kisah yang terjadi pada masa lampau. Contoh: cerita Ken Arok dan Tangkuban Perahu.
4. Ruang Lingkup Sejarah
• Dimensi spasial, yaitu dimana sebuah peristiwa tidak hanya dilihat dari segi lokasi kejadian peristiwa, tetapi juga pada luasnya dampak yang ditimbulkannya menempatkan sejarah lokalitasnya baik secara regional, nasional, maupun internasional.
• Dimensi sosiokultural, yaitu dimensi yang berangkat dari penulisan sejarah dari suatu perspektif ilmu social dan humaniora.
5. Contoh Konsep Dasar dari Sejarah
• Sejarah sebagai peristiwa, contohnya: pengalaman.
• Sejarah sebagai kisah, contohnya: kisah Ken Arok dan Raja-Raja Kerajaan Singosari.
• Sejarah sebagai ilmu, contohnya: sejarah.
• Sejarah sebagai seni, contohnya: keindahan bahasa yang digunakan pada masa lampau.

Ø GEOGRAFI
1. Pengertian Geografi
Menurut bahasa Geografi berasal dari dua kata yaitu “geo” dan “grafein” yang berarti “tulisan”. Menurut istilah, Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang gejala-gejala alam dipermukaan bumi serta interaksi antara manusia dan lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan.
2. Sumber Geografi
Sebelumnya sumber dari ilmu Geografi dibedakan menjadi dua macam yaitu:
• Geografi fisik
Cabang ini memusatkan pada geografi sebagai ilmu bumi, menggunakan biologi untuk memahami pola flora dan fauna global, dan matematika dan fisika untuk memahami pergerakan bumi dan hubungannya dengan anggota tata surya yang lain. Termasuk juga di dalamnya ekologi muka bumi dan geografi lingkungan. Jadi bisa dikatakan sumber untuk Geografi fisik adalah Bumi serta segala sesuatu yang ada di dalam bumi.
• Geografi manusia
Mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan wilayahnya dan manusia lainnya, dan pada transformasi makroskopis bagaimana manusia berperan di dunia. Dalam geografi manusia ini sumbernya adalah manusia itu sendiri serta bagaimana hubungan manusia dengan lingkungan sekitar.
3. Tujuan Geografi
• Intruksional, yakni mengapa Geografi harus ada? Karena kita tinggal di bumi, sebab itu kita perlu mengetahui apa-apa yang ada di bumi dan lingkungan disekitar kita.
• Pendidikan nasional, yakni siswa mampu mengetahui serta memahami konsep dasar Geografi.

4. Ruang Lingkup Geografi
• Gejala-gejala alam, persebaran penduduk.
• Interaksi social dan lingkungannya.
• Secara luas ruang lingkupnya terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Aspek fisik, objek kajiannya unsure-unsur bumi. Seperti: tanah, air udara, api } dimana erat kaitannya dengan ilmu bio dan kimia.
2. Aspek social, objek kajiannya secara khusus membahas masalah kependudukan atau sosiologi, interaksi manusia, kegiatan ekonomi, sejarah, dan politik.
5. Contoh Konsep Dasar Geografi
• Konsep lokasi, ialah konsep yang paling utama, karena dapat menjawab pertanyaan where.
• Jarak, berapa km jarak antara kota Banjarmasin dengan Banjarbaru?
• Pola, bersifat fenomenaa alami. Seperti aliran sungai, jenis tanah, curah hujan.
• Fenomena social budaya, mata pencaharian penduduk pemukiman dan persebaran penduduk.

Ø EKONOMI DAN KOPERASI
1. Pengertian Ekonomi dan Koperasi
Ekonomi, kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani “oikos” yang artinya “keluarga, rumah tangga” dan “nomos” atau “peraturan, aturan, hokum”. Secara garis besar diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga. Sebuah ekonomi adalah system aktifitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa.
Koperasi, badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hokum koperasi dengan melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi dan juga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

2. Sumber Ekonomi dan Koperasi
Ilmu ekonomi dibangun berdasarkan kondisi obyektif masyarakat dan filsafat ekonomi. Pada masyarakat primitif belum lahir ilmu ekonomi. Semua manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Semua orang memiliki alat produksi, mereka seluruhnya menjadi produsen sekaligus menjdi konsumen. Spesialisasi pekerjaan berdasarkan pada jenis kelaminm yaitu wanita bercocok tanam dan laki-laki berburu dan meramu.
Penyebab timbulnya ilmu ekonomi juga ada tiga macam diantaranya:
1. Kelangkaan (Scarcity)
Keterbatasan kita menyebabkan banyak hal terasa langka (scare). Kelangkaan mencakup kuantitas, kualitas dan waktu. Sesuatu tidak akan langka jika jumlah (kuantitas) yang tersedia sesuai dengan kebutuhan, berkualitas baik. Tersedia dimana saja (disetiap tempat) dan kapan saja (waktu) dibutuhkan.
2. Pilihan-pilihan (Choices)
Dalam setiap masyarakat selalu didapati bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas banyaknya. Manusia tidak pernah merasa puas atas apa yang telah mereka peroleh dan mereka capai. Apabila keinginan sebelumnya sudah terpenuhi, maka keinginan-keinginan yang lain akan muncul. Terbatas sumber data yang tersedia dibandingkan kebutuhan atau keinginan, menyebabkan manusia harus menetukan pilihan-pilihan yang bersifat individu maupun kolektif.
3. Biaya kesempatan (Opportunity cost)
Ilmu ekonomi memandang manusia sebagai makhluk rasional. Pilihan yang dibuatnya berdasarkan pertimbangan untung rugi, dengan membandingkan biaya yang harus dikeluarkan dan hasil yang akan diperoleh. Biaya ayang dimaksudkan dalam konsep ilmu ekonomi (economic cost) berbeda dengan konsep biaya akutansi (accounting cost).

3. Tujuan Ekonomi dan Koperasi
 Ekonomi bertujuan untuk:
• Membekali peserta didik dengan pengetahuan social yang berguna dalam kehidupan manusia.
• Membekali perserta didik dengan kemampuan mengidentifikasi, menganalisa, dan menyusun alternative pemecahan masalah ekonomi dalam kehidupan.
• Membekali peserta didik dengan mengembangkan pengetahuan dan ilmu ekonomi sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia dan perkembangan ilmu dan teknologi.

 Koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
4. Ruang Lingkup Ekonomi Koperasi
• Substansi materi ilmu ekonomi yang bersentuhan dengan masyarakat.
• Gejala, masalah dan peristiwa social tentang kehidupan bermasyarakat.
5. Contoh Konsep Dasar Ekonomi Koperasi
Ekonomi:
• Kelangkaan: sumber daya terbatas, kebutuhan tidak terbatas.
• Produksi: setiap orang terikat antara yang sati dengan yang lainnya dalam memenuhi kebutuhan.
• Jasa: harus ada prioritas dan pilihan dalam memenuhi kebutuhan atas barang dan jasa.
• Saling ketergantungan: harus ada prioritas dan pilihan dalam memenuhi kebutuhan atas barang dan jasa.
• Pertukaran siklus pendapatan: kerjasama antar Negara adalah penting.
• Efisiensi: dapat dikembangkan.
Jadi, konsep dasar ekonomi dan implementasinya tercermin dalam kegiatan pasar, perbankan, industri, perkembangan harga, penawaran, permintaan dan lain sebagainya dalam aspek kehidupan manusia.

Koperasi
• Keanggotaan, bersifat sukarela dan terbuka.
• Pengelolaannya dilakukan secara demokrasi.
• Pembagian sisa hasil usahanya dilakukan secara adil disbanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
• Kemandirian.

Ø SOSIOLOGI
1.Pengertian Sosiologi
Sosiologi berasal dari bahasa Latin “socious” artinya “kawan, sekutu, rukun, anggota” dan “logos” artinya “ilmu”. Menurut istilah, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur social, proses-proses social dan perubahan social.
2. Sumber Ilmu Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial. Jadi sumber dari ilmu Sosiologi adalah Manusia itu sendiri serta hubungannya dengan lingkungannya. Menurut berger dan berger pemikiran sosiologi berkembang manakala masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal yang selama ini dianggap sebagai hal yang memang sudah seharusnya demikian benar, nyata. Menghadapi apa yang dikatakan oleh berger dan berger disebut threats to the taken for granted world manakala hal yang selama ini menjadi pegangan menusia mengalami krisis maka mulailah orang melakukan renungan sosiologi.

3. Tujuan Sosiologi
Untuk mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan, memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai social kemanusiaan serta memiliki kemampuan berkomunikasi, kerjasama dan bermasyarakat.
4. Ruang Lingkup Sosiologi
Masyarakat, yakni bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidup kelompoknya, prosesnya, perkembangan kebutuhan.
5. Contoh Konsep Dasar Sosiologi
 Interaksi social
 Komunikasi
 Integrasi
Ø ANTROPOLOGI
1. Pengertian Antropologi
Menurut bahasa antropologi berasal dari bahasa Yunani “antropos” artinya “manusia atau orang”, “logos” artinya “ilmu”, jadi antropologi dalam artian bahasa adalah ilmu yang mempelajari manusia atau orang. Menurut istilah adalah ilmu yang mempelajari manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat, serta kebudayaan yang dihasilkan.

2. Sumber Ilmu Antropologi
Antropologi adalah suatu studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. Objek dari antropologi adalah manusia di dalam masyarakat suku bangsa, kebudayaan dan prilakunya. Ilmu pengetahuan antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri. Jadi sama seperti Sosiologi, sumber ilmu Antropologi berasal dari manusia dan lingkungannya. Ilmu Antropologi muncul karena masyarakat eropa pada pertengahan abad 19 menganggap semua masyaraKat dan kebudayaan dari bangsa-bangsa di luar Eropa adalah primitif, dianggap sebagai contoh-contoh dari tingkat-tingkat kebudayaan yang lebih rendah, yang masih hidup sampai sekarang sebagai sisa-sisa dari kebudayaan menusia zaman dahulu. Bedasarkan rangka berpikir seperti itu, maka semua bangsa didunia dapat digolongkan menurut berbagai tingkat evolusi, dengan timbulnya beberapa karangan sekitar tahun 1860, yang mengklasifikaskan bahan tentang beraneka warna kebudayaan di seluruh dunia ke dalam tingkat-tingkat evolusi yang tertentu, maka timbullah ilmu antropologi.

3. Tujuan Antropologi.
 Pemahaman yang diberikan dan penjelasan antropologi secara fisik dari manusia sejak masa lalu hingga masa kini.
 Mampu membagi potensi-potensi manusia pada ras satu dengan lainnya.
4. Ruang Lingkup Antropologi.
 Antropologi sebagai sebuah istilah ilmu pengetahuan.
 Pemahaman manfaat antropologi dari pengembangan ilmu atau peri kehidupan sehari-hari.
5. Contoh Konsep Dasar Antropologi
Konsep evolusi social universal by Spencer, “Seluruh alam baik organis, non organis senantiasa berevolusi didorong oleh kekuatan mutlak”.

Ø POLITIK
1. Pengertian Politik
Menurut bahasa Politik berasal dari Yunani “Polis” artinya “kota, negara”, “Politius” artinya warga Negara, “Politicus” artinya kewarganegaraan. Menurut istilah, politik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala yang teratur dalam kehidupan masyarakat dengan pemusatan perhatian pada perjuangan manusia mencari atau mempertahankan kekuasaan dengan mencari apa yang diinginkan.
2. Sumber Ilmu Politik
Menurut saya ilmu politik itu berkembang karena adanya Negara atau aktivitas manusia yang menyangkut dala mengelola Negara sehingga lahirlah ilmu politik. Filsafat ialah berfikir mendalam mencari sebab-sebab terdalam atas gejala dan peristiwa alam dan sosial. Dalam gejala dan peristiwa sosial terkandung politik. Politik adalah seni dan ilmu umtuk memperoleh, mempertahankan, mengembangkan dan mewariskan kekuasaan. Dengan demikian filsafat politik adalah berfikir mendalam tentang kekuasaan. Ilmu politk ialah hasil peneltian kaum ilmuwan politik berdasarkan kondisi riil keberadaan Negara yang bertumpu pada sistem ekonomi masyarakat dalam ruang dan waktu tertentu.

3. Tujuan Politik
Untuk mencapai tujuan Negara, yakni kesejahteraan masyarakat, keadilan, kemakmuran, kesehatan, dan lainnya.
4. Ruang Lingkup Politik
 Teori politik, meliputi ilmu politik sejarah, perkembangan dan ide-idenya.
 Lembaga politik, seperti UUD, pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, fungsi ekonomi dan social dari pemerintahan dan perbandingan lembaga politik.
 Partai-partai politik, golongan-golongan dan pendapat-pendapat umum.
 Hubungan internasional.
5. Contoh Konsep Dasar Politik
 Negara
 Kekuasaan (power)
 Pertahanan
 Keamanan
 Tata tertib
 keadilan

Ø PSIKOLOGI SOSIAL
1. Pengertian Psikologi Sosial
Ilmu yang mempelajari perilaku manusia sebagai anggota suatu masyarakat yang dipengaruhi interaksi social.
2. Sumber Ilmu Psikologi
Ilmu Psikologi bersumber pada asal-usul jiwa, wujud jiwa dan akhir jadinya. Jadi Pikologi lebih cenderung mempelajari tentang jiwa seseorang (manusia)
3. Tujuan Psikologi Sosial
 Membekali peserta didik dengan pengetahuan kemampuan mengidentifikasikan, menganalisa dan memecahkan masalah.
 Kemampuan berkomunikasi dan keterampilan terhadap lingkungan hidup dengan kesadaran dan sikap mental yang positif.
4. Ruang Lingkup Psikologi Sosial
Bagian psikologi secara khusus yang mempelajari tingkah laku manusia atau kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi social.
5. Contoh Konsep Dasar Psikologi Sosial
Berpusat pada manusia yang memiliki potensi untuk selalu mengalami perkembangan setelah individu tersebut berinteraksi dengan lingkungannya.

Ø Hukum
1. Pengertian Hukum
Menurut Van Vollen Hoven, hukum adalah suatu gejala dalam pergaulan hidup yang bergolak terus-menerus dalam keadaan bentur dan membentur tanpa henti-hentinya dengan gejala-gejala lainnya. Demikian pula Soediman mendefinisikan hukum sebagai pikiran atau anggapan orang tentang adil dan tidak adil mengenai hubungan antar manusia.
2. Sumber Ilmu Hukum
Dalam ilmu hokum kolektif itu manusia menggunakan akalnya untuk memikirkan hubungan dirinya dengan gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa alam dan social sehingga ia mampu mengadakan pilihan dari berbagai alternative tindakan yang egektif dan optimal untuk mempertahankan hidup terhadap kekejaman alam sekelilingnya(lingkungan alam dan lingkungan sosial). Tindakan(tingkah laku) yang efektif itu diulangi secara terus-menerus sehingga menjadi pola yang mantap(pola perilaku atau adat-istiadat) dan menjadi milik bersama. Kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya melalui proses belajar. Dalam proses belajar, adat-istiadat itu harus disesuaikan dengan perubahan lingkungan alam dan lingkungan social, pola perilaku efektif dalam menghadapi gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa alam dan social itu kemudian dijadikan Hukum(hukum adat).
3. Tujuan Ilmu Hukum
Menurut Prof Subekti, SH, hukum itu mengabdi pada tujuan negara yaitu mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya dengan cara menyelenggarakan keadilan. Keadilan itu menuntut bahwa dalam keadaan yang sama tiap orang mendapat bagian yang sama pula.
Menurut Prof. Mr. Dr. LJ. van Apeldoorn, tujuan hukum adalah mengatur hubungan antara sesama manusia secara damai. Hukum menghendaki perdamaian antara sesama. Dengan menimbang kepentingan yang bertentangan secara teliti dan seimbang.
4. Ruang Lingkup Ilmu Hukum
Ruang lingkup yang selanjutnya menyangkut hukum dan pola-pola perikelakuan sebagai ciptaan serta wujud daripada keinginan-keinginan kelompok-kelompok sosial. Kekuatan-kekuatan apakah yang membentuk, menyebarluaskan atau bahkan merusak pola-pola perikelakuan yang bersifat yuridis Selanjutnya, suatu obyek yang tidak mendapat sorotan yang khusus dari ilmu hukum, akan tetapi merupakan bidang penelitian sosiologi hukum adalah hubungan timbal balik antara perubahan-perubahan dalam hukum dengan perubahan-perubahan sosial dan budaya. Untuk meneliti hal itu, diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai hukum sebagai suatu gejala sosial. Jadi, pada dasarnya ruang lingkup sosiologi hukum adalah pola-pola perikelakuan dalam masyarakat, yaitu cara-cara bertindak atau berkelakuan yang sama dari orang-orang yang hidup bersama dalam masyarakat. Dengan demikian, dapatlah dirumuskan bahwa sosiologi hukum merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang antara lain meneliti mengapa manusia patuh pada hukum dan mengapa dia gagal untuk menaati hukum tersebut serts faktor-faktor sosial lain yang mempengaruhinya.
Ruang lingkup Sosiologi Hukum juga mencakup 2 (dua) hal, yaitu :
1. Dasar-dasar sosial dari hukum, contoh: hukum nasional Indonesia, dasar sosialnya adalah Pancasila, dengan ciri-cirinya : gotong-royong, musyawarah-kekeluargaan.
2. Efek-efek hukum terhadap gejala-gejala sosial lainnya, contoh :
UU PMA terhadap gejala ekonomi
UU Pemilu dan Partai Politik terhadap gejala politik
UU Hak Cipta tahun 1982 terhadap gejala budaza
UU Perguruan Tinggi terhadap gejala pendidikan.
5. Contoh Konsep Dasar Ilmu Hukum
Hukum meliputi berbagai unsure :
1. peraturan tingkah laku manusia
2. di buat oleh badan berwenang
3. bersifat memaksa walaupun tak dapat di paksakan
4. di sertai sanksi yang tegas

E. Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial
Selain itu adapun tujuan dari Ilmu Pengetahuan Sosial, sekurang-kurangnya meliputi hal-hal berikut:
• membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam kehidupan masyarakat;
• membekali peserta didik dengan kemapuan mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat;
• membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan
sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidang keilmuan serta
berbagai keahlian;
• membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif, dan keterampilan terhadap lingkungan hidup yang menjadi bagian
kehidupannya yang tidak terpisahkan;
• dan membekali peserta didik dengan kemampuan mengembangkan
pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembagan kehidupan,
perkembangan masyarakat, dan perkembangan ilmu dan teknologi.
Kelima tujuan di atas harus dicapai dalam pelaksanaan kurikulum IPS di
berbagai lembaga pendidikan dengan keluasan, kedalaman dan bobot yang sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan yang dilaksanakan.

Simpulan

• Filsafat adalah induk dari segala ilmu pengetahuan termasuk Ilmu Pengetahuan Sosial
• Sumber Ilmu Pengetahuan sosial terbentuk dari masyarakat serta kebudayaan dan lingkungan dari masyarakat itu sendiri
• Dalam displin Ilmu Pengeahuan Sosial, sumber pengetahuan atau ilmu bisa dari mana saja teragntung di mana displin ilmu itu diterapkan

Daftar Pustaka

http://risyazkiya.blogspot.com/2011/04/disiplin-ilmu-pengetahuan-sosial.html
http://massofa.wordpress.com/2010/12/09/pengertian-ruang-lingkup-dan-tujuan-ips/
http://www.idonbiu.com/2009/04/ips-sebagai-program-studi.html
Prawironegoro, Darsono. Filsafat Ilmu. Jakarta:Nusantara Consulting. 2010.
Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta:Rineka Cipta 2002.
Sunarto, kamanto. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indoesia. 2004.
Adian, Donny Gahral. Menyoal Objektivisme Ilmu Pengetahuan. Bandung: Teraju. 2002.
Prasetya. Filsafat Pendidikan. Bandung:Pustaka Setia. 1997

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s