tugas individu

Bagian A
Bab 1
Kecakapan Manajemen Anak

A. Memberi Kebebasan
Memberi kebebasan disini mempunyai maksud membiarkan, menerima sifat anak dan tidak memaksakan anak untuk berbuat seperti orang dewasa.

B. Mengabaikan
Sejumlah anak mempunyai sikap tidak normal seperti anak-anak sebaya lainnya seperti: gampang marah, suka bertengkar, dll. Suatu metode unutk mengurangi ketidaknormalan anak adalah membiarkan, yang dimaksud membiarkan adalah sengaja tidak melihat atau memperhatikan anak tersebut. Jika anda tidak memperhatikannya, maka mereka akan mengerti bahwa sikapnya tidak disukai dan akhirnya berhenti sendiri.

C. Mengalihkan Perhatian
Metode mengalihkan perhatian adalah mengalihkan perhatian atau perbuatan anak pada kegiatan lain, anara lain dapat dilakukan dengan:
• Selingan: Untuk mengubah perhatian, berikan selingan pertanyaan.
• Menyalurkan: Adalah bentuk perintah atau saran untuk mendapatkan perubahan pada anak dalam waktu lebih lama.

D. Memberi Teladan
Bisa dilakukan dengan cara:
• Orang tua sebagai teladan: pengaruh yang kuat dalam memberikan pendidikan terhadap anak adalah teladan dari orang tua.
• Menunjukan sikap baik: Orang tua yang bijaksana, akan berusaha memberikan contoh baik pada anaknya dengan berbagai cara.
• Mengurangi sikap tidak baik: Untuk menarik minat anak agar mau menirukan atau mengerjakan perbuatan yang anda inginkan, usahakan menunjukan sesuatu yang menyenangkan.
• Contoh dari orang lain: Selain orang tua, anak akan meniru orang lain yang dikagumi, yang menyayangi atau yang dekat pada mereka.

E. Memberi Hadiah
Hadiah dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
• Instrinsik, sikap yang dapat memuaskan tujuan/kebutuhan.
• Ekstrinsik, kepuasan yang datangnya dari luar.
Ada dua macam cara untuk memberi hadiah, yaitu:
• Membuat suasana yang menyenagngkan setelah anak menempilkan sikap yang anda inginkan.
• Memberi hadiah ekstra bila melakukan yang anda inginkan, terutama yang sukar bagi mereka.

F. Merubah Lingkungan Rumah
Cara yang efektif untuk menghentikan sikap yang kurang baik adalah merubah lingkungan anak atau menyusun kembali.

G. Memberi Pujian
Berikan pujian atau penghargaan pada sifat kemampuan ataupun prestasi yang diperoleh anak. Pujian bisa diberikan dalam:
• Pujian dengan menerangkan: Menurut Hain Ginnot, sebaiknya pernyataan pujian bersifat menerangkan, misalnya:”warna lukisanmu bagus sekali dan kelihatan hidup”. Pernyataan langsung yang bersifat menilai, cenderung membuat anak merasa tidak enak.
• Memberi contoh menghargai diri sendiri: Supaya rasa berani dan menghargai diri timbul dalam suasana kelurga, latihlah dengan mencoba menghargai diri anda sendiri di depan anak.

H. Membujuk
Bujukan adalah salah satu cara mempengaruhi anak untuk mengerjakan sesuatu dengan membangkitkan emosi, motivasi dan cita-cita. Ada beberapa cara untuk memberikan bujukan, yaitu:
• Membuat daya tarik dengan kata-kata: memperlihatkan tujuan baik yang akan dicapai dari perbuatan tersebut.
• Bernada drama: Memberikan pernyataan yang hidup
• Bernada jual-beli: Pertama gunakan cara agar anak tertarik dan mudah melakukannya. Kemudian secara bertahap beri yang lebih sukar.

I. Memberi Tantangan
Cara mudah untuk menimbulkan motivasi pada anak, adalah memberikan peringatan yang bersifat tantangan.

J. Belajar dari Pengalaman
Biarkan anak belajar dari pengalaman mengenai sebab akibat suatu perbuatan. Biarkan anak melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan agar tidak melakukan lagi.

K. Hukum Grandpa
Hukum grandpa adalah memberi perintah sebanyak mungkin pada anak untuk mengulangi suatu perbuatan yang kurang baik, begitu seterusnya sehingga mereka merasa jemu dan akhirnya berhenti sendiri.

L. Memberi Saran
Memyampaikan suatu gagasan ke dalam pemikiran anak agar diperhatikan, terutama sesuatu yang belum pernah diketahui.
M. Memohon
Memohon berarti anda meminta anak agar mengerjakan sesuatu untuk anda, sebagai bukti pemurah dan baik hati.

N. Memberikan dorongan
Ada beberapa cara lain untuk memberikan dorongan, yaitu dengan memberikan tanda atau isyarat baik dalam memulai suatu sikap yang anda inginkan atau menghentikan suatu sikap.

O. Menghadapkan Pada Suatu Masalah(Konfrontasi)
Menceritakan dengan jelas pada anak bahwa sikap yang tidak benar dapat menimbulkan suatu problem, sekaligus akibat yang ditimbulkan. Tujuan memberikan konfrontasi adalah merubah sikap anak tanpa harus melukai hati si anak.

P. Mengatasi Pertengkaran
Tugas yang cukup berat dalam mendidik anak, yakni bagaimana memecahkan suatu konflik tanpa menimbulkan pertengkaran. Berikut ini contoh menghadapi suatu konflik:
• Mintalah masing-masing mengungkapkan pandangan yang belum terpenuhi dengan tenang
• Bantulah mencatat hal-hal yang disetujui keduanya
• Catatlah pula hal-hal yang tidak disetujui
• Simpulkan hal-hal yang diperselisihkan dan selidiki penyebab utama konflik
• Mintalah masing-masing untuk menawarkan keputusan sementara
• Suruhlah mereka memilih keputusan yang paling baik
• Bujuklah agar keduanya setuju melaksanakan keputusan tersebut

Q. Menjaga Jarak
Bila suatu ketika anda habis kesabarannya karena kenakalan anak, jagalah jarak agar konflik tidak memuncak.

R. Memberikan Kegiatan Rutin
Pembentukan kegiatan rutin dalam kehidupan sehari-hari, merupakan bentuk paling awal untuk membentuk kepribadian anak.

S. Memberikan Batas dan Peraturan
Kita semua harus bisa mengontrol tingkah laku anak terhadap suatu kebiasaan atau aturan. Dengan kebiasaan dan aturan, segalanya bisa berlangsung secara teratur.

T. Memberi Kebebasan
Bila anak tidak mengindahkan peraturan, berilah peringatan terlebih dahulu sebelum memberikan hukuman. Nada untuk menyatakan peringatan harus tegas, bila hal-hal yang tidak baik sering dilakukan keputusan akhir berupa sanksi atau hukuman.

U. Memberikan Hukuman
Hukuman merupakan keputusan terakhir, karena melakukan suatu perbuatan yang tidak benar. Ada tiga tipe hukuman yang diberikan pada anak, yaitu:
• Restitusi: Menyuruh anak mengerjakan sesuatu yang tidak menyenangkan
• Deprivasi: Menghentikan sesuatu yang disenangi anak
• Membenai dengan sesuatu yang menyakitkan

V. Menggunakan Kontrol Fisik
Hukuman fisik merupakan usaha yang paling akhir apabila semua usaha untuk mempengaruhi anak gagal dilakukan. Dalam memberikan hukuman bersikaplah tegas dan berwibawa.

BAB 2
Kecakapan Mengendalikan Anak

A. Pemecahan Masalah Secara Kreaif
Sistem problem solving yang kreatif, merupakan cara yang bagus untuk mengatasi suatu problema dalam kehidupan sehari-hari, untuk mengajarkan problem solving kepada anak adalah loma langkah:
• Mengenali problem dan menetapkan cara kerja yang biasa untuk mengatasi masalah tersebut
• Menetapkan beberapa cara pemecahan untuk mencapai tujuan akhir
• Mengevaluasi dan menetapkan cara pemecahan yang terbaik
• Melaksanakan pemecahan permasalahan
• Mengamati kembali

B. Membetikan Alasan
Adalah kemampuan berfikir secara logis dan membentuk suatu keputusan, juga merupakan suatu kemampuan untuk membuat kesimpulan dari fakta-fakta yang ada. Memberikan alasan ada dua macam, yaitu:
• Memberi alasan secara induktif, adalah kemampuan untuk membuat prinsip atau kesimpulan secara umum dati hal-hal tertentu yang terjadi pada diri kita
• Memberi alasan secara deduktif, adalah kemampuan untuk menggunakan prinsip atau aturan guna mengatur suatu tingkah laku tertentu

C. Memberi Nasihat
Adalah memberikan saran untuk mengatasi problem berdasarkan pengetahuab, pengalaman dan perasaan atau gambaran anda. Ada beberapa cara dalam memberikan nasihat:
• Cara dalam memberikan nasihat
• Peliharalah hubungan baik
• Berikan dorongan untuk berbicara
• Barikan nasihat seperlunya

D. Memahami Tingkah Laku Anak Yang Tidak Benar
Ada dua pokok pendekatan untuk memahami anak, yaitu pendekatan luar. Terutama menekankan pada pengawasan tingkah laku yang dapat diamati, dan pendekatan kausal yang mencari bukan hanya pengawasan, tetapi juga pemahaman terhadap sebab-sebabnya. Pendekatan kausal mencari motivasi dan maksud terhadap suatu tindakan dan mencari akibat dari pendekatan tersebut.

E. Menafsirkan Alasan Yang Tidak Benar, Mengintrepretasikan Alasan-alasan Yang Mungkin Untuk Tingkah Laku Yang Tidak Benar.
Ahli psikologi Abraham Maslow, mengemukakan alasan-alasan yang diperlukan manusia dalam hidupnya:
• Kebutuhan fisik
• Keselamatan
• Kasih sayang
• Harga diri
• Pemenuhan diri
Bila terdapat kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, akan menyebabkan kesalahan dalam bertingkah laku. Selain itu motivasi anak untuk berbuat kesalahan dapat disebabkan kerana ingin mendapat kepuasan, putus asa atau kurang percaya diri.

F. Mengurangi Rasa Takut
Cara yang lebih baik dalam memberanikan anak, dengan menunjukan secara berangsur-angsur benda yang ditakuti tersebut pada saat anak sedang tenang atau senang.

G. Membentuk Keberanian
Memberanikan anak berarti memberikan dorongan, harapan dan kerpercayaan agar mereka dapat mengatasi tugasnya. Terutama tugas yang sukar, membahayakan atau menakutkan. Tuntunan untuk memberikan keberanian, antara lain:
• Memberi dorongan
• Tunjukkan kepercayaan
• Membujuk
• Beri tantangan
• Memberikan pujian
• Memberi pepatah
• Bekerja sama
• Bentuan fisik
• Menghantarkan
• Memberi contoh
• Jangan terlalu banyak memberikan bantuan kepada anak dalam menyelesaikan suatu kesukaran.

H. Menanmkan Nilai
Disamping menanamkan rasa disiplin, yang menjadi tujuan lain dalam memelihara anak adalah menanaman moral

I. Memperkuat Nilai Yang Telah Ada
Apabila anak pandai memberikan alasan dan melempar tanggung jawab kesalahannya pada orang lain, orang tua harus mengembalikan tanggung jawab itu kepada mereka kalau mereka benar-benar salah.
J. Memberikan Pengarahan
Artinya memberikan keterangan atau petunjuk khusus pada anak, untuk persiapan menghadapi peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang.

K. Bergantung Pada Diri Sendiri
Bergantung pada diri sendiri atau otonomi, didefinisikan sebagai suatu kemauan mengontrol tindakan sendiri bebas dari kontrol orang lain. Maksud pemberian otonomi akan berhasil jika diberikan kesempatan kepada anak untuk menyelidiki, mengalami atau berbuat kesalahan dalam batas tertentu.

L. Percaya Diri Untuk Memelihara Anak
Rasa percaya diri sangat penting, agar tidak jadi keragu-raguan dalam menyampaikannya pada anak. Pesan yang bersifat ragu-ragu akan membingungkan anak menerimanya.

M. Menetapkan Tujuan Pribadi
Umumnya anak ingin membenarkan tingkah laku sendiri, tapi butuh bantuan orang lain untuk mengarahkannya, selain mengarahkannya motivasi anak perlu didorong pula.

N. Membantu Berfikir Positif
Orang tua bisa membantu mengubah pola pikir yang kurang rasional dengan menerangkan pola pikir secara terbuka dan sadar.

O. Melatih Memberikan Perumpamaan
Ada suatu hukum psikologi mengatakan, bahwa berimajinasi atau menggambarkan dalam angan-angan cenderung menghasilkan kondisi fisik dan tindakan eksternal yang berhubungan dengan bayangan itu.

P. Menjelaskan Permainan Anak
Orang tua harus mengamati dan mengawasi serta membicarakan peran anak dalam kehidupannya. Tulislah apa saja mengenai hak dan tanggung jawab anak, sebagai contoh:
• Hak Anak:
(a) Bebas mengemukakan pendapat
(b) Mengembangkan minat dan bakat
(c) Pendidikan
(d) Kebebasan
(e) Hak untuk tidak setuju
(f) Dll

• Tanggung Jawab Anak:
A. Membantu pekerjaan rumah
B. Taat dan menghormati orang tua
C. Berteman
D. Bekerja keras
E. Dll

Q. Memberi Tanggapan
Anak membutuhkan tanggapan untuk mensyahkan adanya pertumbuhan atau perkembangan psikologis yang telah diperoleh. Maksud memberi tanggapan atau mensyahkan pertumbuhan anak bukan hanya agar mereka merasa diperhatikan, tetapi agar mereka jiga sadar bahwa percaya diri.

R. Menghubungkan
Tujuan menghubungkan adalah mencari keseimbangan antara kebebasan dengan tanggung jawab, kesenangan dengan kesusahan dalam kehidupan anak.

S. Kritik Membangun
Adalah kritik yang menunjukan pada kesalahan, sekaligus menunjukkan pada yang benar.

T. Mengembangkan Kemampuan Khusus
Tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak, termasuk pula mengajari untuk berlatih dan belajar ketrampilan yang diperlukan untuk mengatasi problem dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua dapat mengembangkan kemampuan khusus dengan mendorong minat dan keberaniannya.

U. Memberikan Uang
Dengan memberika uang secukupnya dan teratur, orang tua dapat:
• Mengetahui kebutuhan akan uang bagi si anak
• Menanamkan rasa tanggung jawab dan membuat keputusan sendiri mengenai penggunaan uang
• Menanamkan pada anak agar mengetahui nilai dan kegunaan uang

V. Memberikan Tugas
Pemberian tugas pada anak mempunyai dua maksud, yaitu mengenalkan pada pekerjaan dan mengenalkan konsep pembagian tugas keluarga.

W. Mengawasi Anak Dalam Mencoba Sesuatu
Anak yang masih kecil harusnya diberikan batasan dalam menentukan suatu pilihan. Bagi anak belasan tahun boleh mulai diterangkan pentingnya pilihan yang diberikan.

X. Belajar Dari Kesalahan
Biarkan anak mengalami kesalahan. Dari kesalahan tersebut mereka dapat belajar bagaimana seharusnya berbuat yang benar, tentu saja dengan bantuan pengarahan.

Bagian B
Bab 1
Pembinaan Hubungan Kerja Yang Positif

A. Bagaimana Mendengarkan Anak Agar Mau Berbicara
Yang dimaksud dengan mendengarkan disini, adalah proses menangkap dan memahami pesan yang disampaikan lewat kata-kata.
Berikut ini beberapa tuntunan menjadi pendengar yang baik:
• Tunjukkan rasa tertarik pada waktu memperhatikan aktivitas anak
• Pada saat tertentu anak sangat membutuhkan keberadaan orang tua untuk mendengarkan atau menuruti kebutuhannya
• Dengarkan anak dengan penuh konsentrasi
• Sabarlah dan beranikan anak untuk bicara
• Perhatikan sikap anda
• Usahakan untuk menghayati
• Bantulah untuk menjelaskan dan menghubungkan suatu pengalaman dengan kata-kata sendiri
• Berlaku seolah-olah kaca
• Hindarkan kata-kata yang memenggal pembicaraan
• Perhatikan pesan yang tidak dikatakan

B. Mendengarkan Dengan Telinga Ketiga
Yang dimaksud mendengarkan dengan telinga ketiga adalah kemampuan memahami petunjuk yang halus, tidak kentara dala mengemukakan pikiran atau perasaan.

C. Teknik Berbicara Agar Anak Mau Mendengarkan
Tuntunan untuk bicara dengan baik, antara lain:
• Singkat dan ringkas
• Gunakan kata-kata sederhana
• Berbicaralah dengan baik, halus dan menghargai lawan bicara
• Percakapan harus mengasyikan, hidup dan bersemangat
• Berikan jawaban terhadap pertanyaan secara langsung dan ramah
• Tunjukkan beberapa emosi
• Bicarakan hal-hal yang sesuai dengan topik pembicaraan
• Pilihlah waktu yang tepat
• Jangan diakhiri dengan percekcokan

D. Menyelenggarakan Ritual dan Upacara Keluarga
Acara ritual adalah acara tetap yang dilaksanakan pada saat tertentu dengan aturan yang diberikan agama. Acara ini merupakan ungkapan kasih sayang dan perhatiaan orang tua pada anak.

E. Menunjukkan Rasa Empati
Adalah menunjukkan anak bahwa anda benar-benar memahami keadaan anak, dan memahami apa yang menjadi keinginan anak.

F. Mencintai Anak
Mencintai anak, dalam hal ini dibedakan menjadi tiga, yaitu:
• Mencintai tanpa melihat kondisi: maksudnya mencintai tanpa ada hubungannya dengan kondisi anak
• Menghargai: maksudnya memberikan penilaian terhadap suatu keistimewaan
• Memperhatikan: mempunyai maksud tertarik pada segala sesuatu yang ada dalam diri si anak

G. Mencintai Suami/Istri
Hubungan perkawinan yang tidak baik cenderung mempengaruhi hubungan orang tua dengan anak. Bila hubungan suami istri terbina baik, maka hubungan keluarga akan terbina baik pula.

H. Menunjukkan Kasih Sayang
Tuntunan menunjukkan kasih sayang:
• Kasih sayang harus diberikan secara tulus dan sungguh-sungguh
• Kasih sayang harus diberikan terus
• Anak sangat membutuhkab kasih sayang orang tua

I. Membuat Senang
Tujuan membuat senang adalah menenangkan atau meringankan derita anak, baik yang bersifat fisik atau psikis

J. Tunjukkan Rasa Hormat
Beberapa saran untuk menunjukkan rasa hormat, antara lain:
• Jangan berdebat atau menggangu si anak selagi masih berbicara
• Jangan memutuskan pembicaraan
• Jangan cepat memberikan hukuman
• Gunakan pertanyaan untuk memberikan saran dan informasi
• Jangan mencampuri cara tertentu bagi anak untuk bergembira
• Dengarkan baik-baik dan hargai pendapat anak
• Beri perhatian pada anak
• Bertindak sopan
• Jangan menirukan tingkah laku si anak
• Menyuruh mengulangi perkataan anak
• Menghormati pandangan dan pendapat anak
• Jangan membuat lelucon yang membuat anak malu
• Berikan waktu untuk menyendiri

K. Membina Rasa Saling Percaya
Kepercayaan didefinisikan sebagai suatu rasa percaya dalam suasana tulus, ikhlas kepada orang lain. Saling percaya antara orang tua dan anak merupakan aspek yang penting, karena secara langsung mempengaruhi nilai hubungan baik dan nilai komunikasi kedua belah pihak.
L. Konsistensi
Adalah mengatakan atau mengatasi suatu masalah. Dasar utama untuk membentuk kepercayaan anak terhadap anda, adalah konsistensi yang anda pakai dalam menghadapi anak. Konsistensi Intrapersonal adalah konsistensi pada satu pihak orang tua. Sedangkan konsistensi Interpersonal adalah konsistensi pada kedua belah pihak orang tua.

M. Menjadi Teman Pendamping
Berarti membuat hubungan hangat, ramah dan akrab dengan anak. Ini menjadi langkah awal unutk mengembangkan kontak antara anak dengan orang tua.

N. Mengembangkan Spirit Keluarga
Cara untuk mengembangkan rasa kekeluargaan yang baik termasuk membuat pertemuan keluarga, aktivitas keluarga, dll.

O. Mengadakan Pertemuan Keluaga
Dalam pertemuan itu, orang tua mempunyai kesempatan untuk meminta saran dan pendapat anak.ini menunjukkan bahwa gagasan dan pendapatan mereka dihargai.

P. Mengembangkan sifat individu
Sebenarnya seorang anak perlu diperlakukan sebagai seorang tersendiri, apabila ingin mengembangkan sifat indivdualitasnya, amatilah dan hubungi masing-masing anak sebagai seorang individu untuk mengetahui kepribadiannya dan kebutuhannya.

Q. Mengembangkan Kepribadian Yang Positif
Orang tua harus mengembangkan aspek-aspek pribadi agar dapat mempengaruhi dan ditiru anak. Beberapa sifat dibawah ini dapat menambah hubungan kasih sayang:
• Toleransi
• Sabar
• Menunjukkan rasa gembira
• Menjadi pemimpin yang baik
• Dll

BAB 2
Prinsip Umum Perkembangan Emosi, Sosial dan Moral Anak

A. Konsep Umum Perkembangan Anak
Tingkah laku anak mengalami perubahan dan perkembangan secara teratur menurut hukum tertentu. Ada beberapa bagian yang berhubungan erat dengan perkembangan anak, yaitu kognitif, fisik, emosi, sosial dan moral.

B. Tingkat Perkembangan
Terdapat langkah atau tingkat pertumbuhan dimana semua mengalami persamaan, misalnya: sebelum anak bisa berdiri pasti bisa duduk terlebih dahulu. Perkembangan anak dari tingkat lain, dipengaruhi oleh rangsangan lingkungan dan kedewasaan, kedewasaan adalah perkembangan yang timbul karena bertambah umur. Perkembangan yang optimal terjadi bila ditemukan interaksi antara kedua rangsangan tersebut.

C. Stabilitas Tingkah Laku
Yakni bahwa tingkah laku orang dewasa dapat diperkirakan dari tingkah laku ketika masih anak-anak. Setelah tingah laku berhadapan atau bertentangan dengan norma yang diharapkan masyarakat, maka terjadilah perubahan dari anak menuju kedewasaaan.

D. Teori-teori Perkembangan Anak
 Teori Perkembangan Psikoseksual Freud:
Anak dalam perjalanannya menuju dewasa mengalami empat tingkatan dorongan, yaitu:
(1) Tingkat Oral: Berkisar pada tahun-tahun pertama dari kehidupan anak. Pada usia ini, anak sepenuhnya bergantung pada ibunya untuk memenuhi kebutuhan akan perlindungan.
(2) Tingkat Anal: berkenaan dengan latihan kebersihan. Dalam masa ini, anak akan puas apabila kebersihan didapatkan.
(3) Tingkay Phalic: Berkisar antara 3-12 tahun. Anak mulai mengembangkan rasa oedipal. Setelah mengetahui genitalnya kira-kira berumur tiga tahun, maka mulai mempunyai rangsangan birahi.
(4) Tingkat Genital: anak mulai tertaik pada lawan jenis. Saat ini anak mulai dewasa dan telah melalui semua proses perkembangan psikologi.
 Tingkat Perkembangan Pribadi Erickson
Tingkat perkembangan tersebut antara lain:
(1) Percaya: Pada tahun satu anak mendapat perlindungan dan kasih sayang dari orang tua dan mulai menaruh rasa percaya pada orang tua.
(2) Otonomi: Umur 10 bulan-3,5 tahun anak mulai mengahdapi tugas unutk mengontrol gerak hatinya.
(3) Berinisiatif: Sekitar umur 3,5- tahun, anak mulai mengamati sesuatu sebagai langkah unutk menemukan sesuatu.
(4) Belajar Tekun: Setelah masuk sekolah, anak mulai belajar untuk tekun, membiasakan untuk bekerja dengan baik dan belajar untuk menyelesaikan tugas.
(5) Belajar Memperkenlakan Identitas: Setelah mulai dewasa, mereka mulai bisa berlaku beberapa peran, mencari kebebasan, mempunyai rasa tanggung jawab, menolak hal-hal yang tidak baik.
 Tingkatan Kebutuhan Maslow
Maslow menyatakan lima kebutuhan utama manusia yang harus dipenuhi, antara lain:
(1) Kebutuhan fisik, seperti makan, minum, dll
(2) Kebutuhan akan perlindungan dan keselamatan
(3) Berkenaan dengan kebutuhan sosial
(4) Berhubungan dengan kebutuhan akan prestasi
(5) Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri
 Tugas Perkembanga Orang Tua
Beberapa tingkatan anak akan dijelaskan sedikit dibawah ini:
(1) Masa Kecil: Tugas pertama orang tua pada masa ini adalah tanggap terhadap anaknya.
(2) Masa Pra-Sekolah: Tahap berikutnya, anak mulai berkurang tidak begitu bergantung pada orang tua, mulai nakal, mulai menentang kemauan orang tua. Tugas orang tua adalah memberikan batasan untuk belajar mengontrol diri secara ketat tapi masih dalam suasana kasih sayang.
(3) Mulai Bersekolah: Anak mulai senanga melakukan sesuatu, tidak lagi diam. Meskipun orang tua tetap masih menjadi sumber dorongan dan dapat mempengaruhi anak, teapi pengaryh sosial akan sangat menentukan keberhasilan pembentukan sikap anak.
(4) Umur Belasan Tahun: ada usia ini orang tua sudah mulai memberikan kebebasan otonomi, agar mereka dapat menemukan dirinya sendiri.
(5) Perkembangan Emosi Anak: Ungkapan Emosi dapat berupa rasa takut, marah atau senang. Pada masa ini anak penuh beisi konflik, sifat agresif dan kesepian.
(6) Agresif: Sifat agresif apabila tak terarahkan bisa menyebabkan frustasi. Tugas orang tua disini adalah harus mengarahkan.
(7) Rasa Takut: Adalah reaksi dari suatu peristiwa yang membahayakan.
(8) Perkembangan Sosial Anak: Kira-kira umur 2 tahun, anak mulai mau bermain sendiri. Umur 3-4 tahun, mulai menirukan tingkah laku temannya. Setelah berumur 5-8 tahun, anak mulai bermain bersama membuat kelompok atau gang. Ketika berumur 9-10 tahun, anak mulai memilih partner bermain.
(9) Perkembanga Moral Anak: Moral didefinisikan sebagai suatu internalisasi norma kultural eksternal.

 Teori Perkembangan Kohlberg
Lawrence Kohlberg menyimpulkan, bahwa perkembangan watak berlangsung melalui tiga tingkatan:
(1) Dinamakan “ Prekonvensional”, anak(sebelum sekolah) mengetahui nilai baik dan buruk berdasarkan nilai baik dan buruk dai orang tua.
(2) Tingkat “Konvensional”, anak(setelah sekolah) menganggap bahwa peraturan yang diberikan orang tua atau masyarakat pasti baik dan benar.
(3) Dinamakan “Otonomi’, anak sudaj muai dewasa dan telah mengetahui baik dan buruk suatu perbuatan.

 Teori Perkembangan Piaget
Perkembangan moral seseorang akan berlangsung melalui tiga tingkatan:
(1) Moral Keterikatan: Terjadi pada umur 7-8 tahun. Anak hanya akan patuh begitu saja pada orang tua.
(2) Umur 8-10 tahun, menginjak pada tingkat pertengahan. Mereka hanya patuh begitu saja.
(3) Tingkat yang paling akhir adalah sekitar umur 12 tahun keatas, anak mulai dapat menilai maksud suatu perbuatan.

Simpulan

• Untuk membuat anak berani usahakan untuk selalu memotivasi anak
• Orang tua sebagai individu yang paling berpengaruh penting bagi si anak harus lah memberri teladan dan contoh yang baik bagi anak
• Dalam mempengaruhi anak, bisa digunakan bermacam-macam metode antara lain: Teori Perkembangan Piaget, Teori Perkembangan Kohlberg, Tingkatan Kebutuhan Maslow
• Dalam membimbing anak, kita harus sabar dan harus bisa mengembangkan kemampuan yang paling menonjol dari si anak, agar memudahkan kita dalam membimbing anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s