Filsafat Progresif

A. Ciri Utama Filsafat Pendidikan Progresif
Ciri utama filsafat progresif adalah memiliki kemampuan untuk menghadapi dunia dan lingkungan hidupnya yang multikompleks dengan skill dan kekuatan sendiri. Dan sengan kemampuan itu manusia dapat memecahkan semua problemanya secara inteligen.
Ciri-ciri Utama Progresivisme:
a. Pendidikan dianggap mampu merubah dalam arti membina kebudayaan baru yang dapat menyelamatkan manusia bagi masa depan.
b. Percaya bahwa manusia sebagai subyek yang memiliki kemampuan untuk menghadapi dunia dengan skill dan kekuatan mandiri.
c. Progress yang menjadi inti perhatiannya, maka ilmu pengetahuan yang dapat menumbuhkan kemajuan dipandang merupakan bagian-bagian utama dari kebudayaan, yaitu ilmu hayat, antropologi, psikologi dan ilmu alam.
d. Progresivisme adalah satu filsafat transisi antara dua konfigurasi kebudayaan yang besar. Progresivisme adalah rasionalisasi mayor daripada suatu kebudayaan yakni (1) perubahan yang cepat dari pola-pola kebudayaan Barat yang diwarisi dan dicapai dari masa ke masa, (2) perubahan yang cepat menuju pola-pola kebudayaan baru yang sedang dalam proses pembinaan untuk masa depan.
e. Progresivisme sebagai ajaran filsafat merupakan watak yang dapat digolongkan ke (1) negative and diagnostic yakni bersikap anti terhadap otoritarialisme dan absolutisme dalam segala bentuk, seperti agama, moral, sosial, politik dan ilmu pengetahuan, (2) positive and remedial yakni suatu pernyataan dan kepercayaan atas kemampuan manusia sebagai subyek yang memiliki potensi alamiah, terutama kekuatan-kekuatan self-regenarative (diperbaharui sendiri) untuk menghadapi dan mengatasi semua problem hidup .

B. Annteseden
Progresivisme didukung atau dilandasi oleh filsafat pragmatisme dari John Dewey (1859-1952). Apabila ditelusuri, konsep-konsep filsafat yang melandasi progresivisme bahkan berasal dari para filosof yang hidup pada jaman Yunani kono dan para filosof lainnya yang hidup kemudian, seperti: Heraklitos (536-470 SM), Socrates (470-399 SM), Protagoras (480-410 SM), W. James (1842-1910), Francis Bacon (1561-1626), Jean Jacques Rousseau (1712-1778), Immanuel Kant (1724-1804), Hegel (1770-1804). Selain itu, tokoh-tokoh bangsa Amerika seperti Benjamin Franklin, Thomas Paine, dan Thomas Jafferson pun telah mempengaruhi perkembangan progresivisme .
C. Pandangan Mengenai Realita
Thesis aliran ini tentang ontologi, tentang hakekat eksistensi, realita tersimpul dalam asas-asas sebagai berikut.
1. Asas Hereby atau asas keduniawian
Realita semesta sebagai kosmos dengan istilah “universe” berarti eksistensi yang amat luas, tak terbatas. Sebab realita kosmos itu adalah kenyataan dalam mana kehidupan manusia berada, berlangsung.
2. Pengalaman sebagai realita
Manusia dalam ontologi sesungguhnya mencari dan menghadapi secara langsung suatu realita di sini dan sekarang, yakni sebagai lingkungan hidup. Asas ontologinya yang didasarkan pada pengalaman adalah perjuangan, sebab hidup sebenarnya adalah tindakan-tindakan dan perubahan-perubahan.
Pengalaman dalam arti diatas mengandung sifat-sifat sebagai berikut:
a) Pengalaman itu dinamis: hidup selalu dinamis, menuntut adaptasi dan readaptasi dalam semua variasi, perubahan yang terjadi terus-menerus.
b) Pengalaman itu temporal, pengalaman akan berubah, berbeda-beda dari hari, tahun, dan abad lampau dibandingkan dengan hari, tahun dan abad mendatang.
c) Pengalaman itu spatial, terjadi di suatu tempat tertentu dalam lingkungan hidup manusia.
d) Pengalaman itu pluralis, subyek yang mengalami pengalaman itu, menangkapnya dengan seluruh kepribadiannya dengan rasa, karsa, pikir dan pancainderanya.
3. Pikiran (mind) sebagai fungsi manusia yang unik
Mind adalah satu integritas di dalam kepribadian, bukan suatu entity tersendiri.mind pada prinsipnya adalah yang berperan di dalam pengalaman.
D. Pandangan Mengenai Pengetahuan
Pengetahuan adalah perbendaharaan informasi, fakta, hukum-hukum, prinsip-prinsip, proses, kebiasaan-kebiasaan yang terakumulasi di dalam pribadi sebagai hasil proses antaraksi dan pengalaman-pengalaman. Pengetahuan diperoleh oleh manusia baik secara langsung melalui pengalaman maupun secara tak langsung melalui catatan-catatan yang diwariskan(buku-buku)
Pengetahuan juga adalah suatu produk aktivitas tertentu. Makin sering kita menghadapi tuntutan lingkungan secara langsung atau semakin kaya pengalaman kita dalam praktek, makin besar kesiapan kita dalam menghadapi tuntutan masa depan .

E. Pandangan Mengenai Nilai
Nilai menurut aliran ini tak terepisahkan daripada realita dan pengetahuan. Sebab nilai-nilai sebenarnya lahir dari keinginan, dorongan, perasaan, kebiasaan manusia, sesuai dengan watak manusia yang merupakankesatuan antara faktor-faktor biologi dan sosial dalam kepribadiannya. Nilai-nilai ialah suatu yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat dimengerti manusia sebagai wujud, pengetahuan, ide.
a. Nilai Instrumental dan Intrinsik
Progrsivisme tidak membedakan dengan tajam antara nilai instrumental dengan nilai intrinsik. Karena progresivisme menyadai kenyataan bahwa dalam konteks tertentu kedua nilai itu dependent satu sama lain .
b. Nilai sosial dan nilai individu
Pembeda lain dalam hal nilai adalah antara nilai sosial dan nilai individu. Pada prinsipnya nilai sosial lahir daripada suatu kualita sosial, kenyataan sosial. Pada instansi kedua, barulah nilai-nilai bersifat pribadi, personal. Sebab individu mempunyai potensi inteligensi, sikap rasional, kritis. Potensi ini ialah kekuatan dan kemauan untuk memilih, menerima atau menolak sesuatu yang ada di dalam masyarakat.
c. Perkembangan sebagai nilai.
Tiap organisme tumbuh, berkembang, baik dalam arti horizontal maupun vertikal. Berkembang secara horizontal berarti dalam hubungannya dengan alam lingkungan dan kebudayaan sekarang. Sedangkan berkembang secara vertikal adalah perkembangan yang tanpa akhir .

F. Pandangan Mengenai Pendidikan
Pandangan Progressivisme tentang pendidikan
Pargmatisme sebagai filsafat dan progressivisme sebagai pendidikan erat sekali hubungannya dengan kepercayaan yang sangat luas dari John Dewey dalam lapangan pendidikan dan dapat ditelusuri dalam bukunya Democracy And Education. Menurut Dewey, tujuan umum pendidikan ialah warga masyarakat yang demokratis. Isi pendidikannya lebih mengutamakan bidang-bidang studi, seperti IPA, sejarah, keterampilan serta hal-hal yang berguna yang langsung dirasakan bagi masyarakat. Metode scientific lebih dipentingkan, dan bukan metode memorisasi seperti pada aliran esensialisme. Progressivisme tidak menghendaki adanya mata pelajaran yang diberikan secara terpisah, melainkan harus terintegrasi dalam unit.
Prinsip-prinsip Pendidikan
Secara umum terdapat beberapa prinsip pendidikan menurut pandangan Progresivisme, yaitu:

G. Pandangan Mengenai Kurikulum
• Kurikulum Progressivisme
Tokoh Progressivisme Rugg menyatakan bahwa kurikulum yang tepat ialah yang mempunyai nilai edukatif. Untuk itu, tak ada suatu isi tertentu, sistem pengajaran, metode yang universal dalam pengajaran yang selalu tepat untuk semua jenis sekolah. Sebab, seperti juga pengalaman, kebutuhan-kebutuhan, minat-minat individu dan masyarakat berbeda-beda menurut tempat dan zaman, khususnya kurikulum harus berbeda, berubah dan berkembang menurut kondisi-kondisi tertentu.
Kurikulum progressivisme bergerak dinamis di atas prinsip “liberal road to culture.” Progressivisme menghendaki bentuk yang bervariasi dan isi kurikulum yang kaya. Aliran ini tetap memerlukan suatu perencanaan pendidikan dan kurikulum, tetapi atas prinsip-prinsip yang dinamis, bukan pola-pola yang statis. Inilah yang dimaksud Kilpatrick dengan istilah “emerging curriculum” yang dalam pelaksanaannya memakai metode proyek (project method).
1. Tipe-tipe Struktur Kurikulum
a. Reorganisasi di dalam suatu subyek khusus sebagai langkah pertama mencari pola dan design yang baru.
b. Korelasi antara dua atau lebih subject-matter, misalnya antara bahasa nasional dengan social-studies.
c. Pengelompokan dan hubungan integratif dalam satu bidang pengetahuan, misalnya : “pendidikan umum” dalam ilmu pengetahuan alam dan arts.
d. “ Core-curriculum,” suatu kelompok mata pelajaran yang memberi pengalaman dasar dan sebagai kebutuhan umum yang utama.
e. “Experience-centered curriculum” yakni kurikulum yang mengutamakan pengalaman dengan menekankan pada unit-unit tertentu.
2. The Nature of Real Problems (Kodrat Masalah-masalah yang Realistis)
Artinya masalah-masalah didalam kurikulum terutama berdasarkan realita kehidupan yang wajar. Realita kehidupan yang wajar dengan aspek-aspek persoalannya itulah yang dijadikan tema unit-unit kurikulum. Unit-unit dalam kurikulum tipe “berorientasi pada pengalaman” ini dibuat sebagai suatu perwujudan kehidupan yang wajar. Sebab, didalam realita kehidupan, persoalan-persoalan yang kita hadapi selalu ada dalam antar hubungan dan antaraksi, baik subyeknya maupun masalahnya. Dengan demikian pendidikan tidaklah menyiapkan pribadi anak bagi tujuan yang akan datang, melainkan telah membimbing pengalamannya (perasaan, pikiran dan tindakan) dalam konteks yang realistis.
3. Child-Centered or Community-Centered Schools.
Sesungguhnya pembedaan kedua pusat orientasi, antara child-centered ataukah community-centered bukanlah teori dan praktek pendidikan progressivisme. Aliran ini menyadari bahwa tiada pendidikan yang mungkin melaksanakan salah satu pilihan; sebab keduanya adalah vital. Pembedaan hanya mungkin dalam arti aksentuasi saja.
a. Child-centered gunanya sebagai dasar kurikulum dan prinsip pendidikan watak dan proses perkembangan anak. Kurikulum diarahkan supaya efektif dalam pengembangan kepribadian anak sebagai satu totalitas. Konsekuensi asas ini ialah bahwa guru harus benar-benar mengenal individualitas anak.
b. Community-centered, ialah suatu diskripsi dan interpretasi dari hasil eksperimen tahun 1930-an yang memusatkan perhatian, dan memakai masyarakat sebagai satu totalitas medan orientasi pendidikan. Prinsip pandangan ini berasal dari kesimpulan Progressivisme : bahwa jika belajar dibina atas kehidupan yang wajar manusia, maka kurikulum seluas mungkin harus bersumber dari kehidupan yang sebenarnya. Dan kurikulum demikian seluruhnya berasal dari lingkungan hidup “living reality .”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s